- Panggilan Tak Terjawab -

- 2 Panggilan tak terjawab - tercantum saat ku tatap layar handphone kecilku. Lalu ku klik ingin tau dari siapa. Dan dan ..
“ini bukannya nomormu? Ah sial! Kenapa saya silent kan tadi hp ini huu” gerutu ku kesal lalu dengan segera ku ubah profil handphone yang dari silent menjadi normal dan ku naikkan volume panggilan dengan niat nanti kalau dia menelepon saya bisa dengan segera mengangkatnya.

Pukul 22.30 tiba-tiba terbangun dan ku lihat layar handphone ku "1 panggilan tak terjawab"  ku cek
 “Ah kamu lagi! kenapa tidak daritadi saya bangun agar saya sempat mengangkat teleponmu”  gerutuku dalam hati sambil melihat ke layar handphone ku berharap kamu menelpon lagi. Hingga lelah saya menatap dan menunggu adanya dering dari handphoneku nyatanya tidak. Akhirnya ku putuskan untuk mencoba memanggilmu, ku ketik nomermu dan ku tekan tombol hijau tanda untuk memanggil ..
tuuuutt tuuuuutt  .… ” oke cukup dua dering mungkin sudah cukup untuk memberi isyarat sambil ku tekan tombol warna merah tanda mengakhiri panggilan. ..... 

sudah tidurkah dia atau belum? Telepon lagi dong” inginku dalam hati. Sambil menunggu handphoneku berdering  saya  memutuskan untuk makan setelah mengingat bahwa saya belum makan sejak sore tadi.
Ku tunggu, lagi dan lagi. teleponnya saja saya tunggu. Bodohnya saya menunggumu hingga larut malam seperti ini. Ku liat layar di handphone tak ada Panggilan Tak Terjawab maupun pesan singkat yang masuk yang ada hanyalah 01.25 angka yang besar yang menunjukkan ini sudah jam satu lewat dua puluh lima menit  dini hari.

Detik demi detik, menit demi menit hingga jam demi jam ternyata telah terlewat dengan cepat saat saya asyik ngetweet dan nge-blackberry messenger. Ku tatap lagi layar handphone cross kecilku namun tetap tak ada tanda bahwa adanya panggilan. “Hm mungkin dia sudah tidur, ya pasti” pikir ku dalam hati. Maka ku putuskan untuk menutup mata dan berusaha tidur melihat waktu telah menunjukkan pukul 03.04.

***
Pukul 06.00 bunyi alarmku terdengar sehingga membuatku membuka mata. Segala puji bagi Mu ya Allah atas nafas hingga detik ini, atas udara yang ku hirup, atas penglihatan yang dapat menatap mentari di pagi hari. Bersyukur lalu bergegas lah saya untuk menunaikan kewajiban dua rakaat ku, yap! Shalat subuh hoho. Seperti biasa, setelah bangun tidur hal pertama yang dilakukan adalah mencari handphone, setelah kudapat kulihat ada notif kah? Dan ternyata adaaa ..
1 Panggilan Tak terjawab ” ku klik dan lagi itu adalah nomormu pada waktu 04.38 .
Ah sial! saya telat bangun, terlalu nyenyak kah tidurku? Padahal sudah ku aktifkan volume keras untuk panggilan, hiks” gerutuku dalam hati dan bergegas ke kamar mandi untuk menunaikan rukun shalat, yap! Berwudhu. Setelah membasuh tangan, berkumur2, membasuh wajah dan tangan, telinga hingga ke kaki, pikiran dengan sentuhan air suci membuatku lebih tenang.
Shalat subuh pun telah terlaksana, Alhamdulillah. Tapi tapi tungguu saya masih merasa membutuhkan tidur lagi mengingat  tidur saya cuma beberapa jam, tidak cukup 3jam! Maka ku putuskan untuk tidur sebentar. Hhehe eh malah keterusan hingga pukul setengah sepuluh. Huaaa maafkan saya L .

Lagi lagi dan lagi sewaktu bangun tidur , seperti biasa saya langsung mencari handphone saya. Setelah ku temui maka ku liat baik-baik layarnya. Dan dan benar ada Panggilan Tak Terjawab lagi dan itu masih darimu.
 “Huaaa ah kenapa mesti saya bangun jam begini! Kenapa sama sekali tak terdengar deringan handphoneku?!” sesalku dalam hati.
Ku lakukan aktifitasku seperti hari-hari sebelumnya –hari dimana kamu telah pergi--, namun kali ini berbeda saya merasa saya seperti  menunggu, berharap, setiap getaran, deringan handphone cross ku dan kelapkelipnya lampu berwarna merah pada blackberry ku itu selalu ku harap darimu! Kuharap disana yang menghubungi adalah kamu! Tapiii.. ternyata bukan. Dan sedikit kekecewaan telah mengharapkan itu terjadi! Ah itu resiko dalam pengharapan, selalu ada hal yang membuat kita kecewa, makanya jangan selalu berharap! –berharap sepertikuL--
Hingga senja datang dan hingga bulan dan bintang datang kutunggu dan masih ku nantikan nomormu di layar handphoneku.
“1 Pesan Masuk”  Kalimat di layar handphone cross ku, siapa ya? Mengingat nomor di handphone ini yang tau cuma beberapa orang, langsung ku baca. “AH ITU ADALAH KAMU, YA PESAN DARIMU!” sebahagia begitukah saya? Hahaha.  Dalam pesannya cuma ya seperti biasa ucapan salam

Assalamu Alaikum Wr.wb” 
Cuma ku jawab dalam hati dulu àwalaikumsalam, apa kabar? Kenapa baru sms? Masih ingat saya toh? Cerita tentang disana dong. Saya pengen denger, saya rindu ceritamu
Lalu berpikir sejenak sembari membalas bm-an dan mention yang masuk di blackberry. Oke baiklah saya akan balas. Dan ku tekan pilihan – balas –
Walaikumsalam wr. Wb” – sent .
Yap! Itulah balasanku terhadap pesannyam, ya cuma itu! Sedikit gimana gituu tapi ah saya perempuan, saya masih bisa mengendalikan perasaanku. Bukan karena gengsi tapi mengingat saya bukan siapa-siapanya lagi.
Pesan masuk darinya – “Sok lama” , maka ku jawab dengan cepat “Sok nunggu!”
kamu masih seperti dulu, masih sok, masih membuatku merasa kesal, masih selalu membuatku geram, dan masih membuatku tersenyum kecil saat membaca pesansingkatmu. Huu maka ku jawab dengan seadanya seperti itu.
 “Disana kamu tunggu sms ku ya? Apa benar hingga kamu merasa waktu lama berjalan saat menunggu pesan singkat ku tertuju padamu? Atau Cuma merasa kesepian aja disana? “ tanyaku dalam hati,
saya menunggu balasan dan ternyata tak ada balasan, huu benar-benar membuatkuu aaarghhh!!! 

Jarum jam pun sangat terasa lambat berjalan kalau kita lagi menunggu. Ya. Berjam-jam menunggu balasanmu. “pasti tidak dibalas, pasti, baiklah

saat saya asyik berselancar ke dunia maya , ke dunia sekali klik, yap pada saat itu saya sedang mengotak-atik blog saya ini. Tiba-tiba lampu kelap kelip blackberry ku menyala dan bergetar keras hingga membuatku tersadar bahwa adanya panggilan masuk, “ITU KAMU! Kamu menelepon? Tumben” bahagia dan penasaranku hingga dengan cepat ku tekan tombol jawab,

Assalamualaikum”
“Walaikumsalam, iya?”
“Apa kabarki?”
“Kabar baik”
“Oh Alhamdulillah, kapanki masuk kuliah?”
“tanggal 23 insyaAllah saya sudah di ospek”
“towwa mahasiswami, nobel ya?”
“eh? Bukan. Belum taukah saya dimana?”
“tidak. Dimanaji? Di situ mh apalagi namanya?”
“di Poltek Bosowa ka lulus”
“Oh ciee Alhamdulillah”
“iya”
“sudahmi dulu di’, mau meka tidur ngantuk hati-hatiki”
“kau itu hati-hati dsana, bah tidur meko, Assalamualaikum”
“walaikum salam , …………..”
Percakapanku dalam telepon. Saya cuma mendengar hingga jawaban salammu, setelah itu apa? Saya langsung menjauhkannya dari telingaku dan ternyata masih tersambung beberapa detik hingga langsung ku akhiri panggilan itu duluan.
**
Lega telah mendengar suaramu yang terakhir ku dengar pada tanggal 21 Agustus pada sore hari menjelang maghrib. Tenang mengetahui kabarmu setelah yang terakhir pada tanggal 29 Agustus di timeline twittermu.
Baik-baik disana. Saya cuek, jawabanku singkat itu karena saya berusaha keras untuk mengendalikan perasaanku, menahan segala kerinduanku padamu! Kamu bahagia dan sukses adalah kebahagian besar buatku 


5 komentar:

Kafe baca mengatakan...

bagus2 de.. terus nulis lagi .... tulisan apapun itu ... this is your story or fiksi?

Ambar Puspitasari mengatakan...

thankyou kak :)) the real story hoho

Kafe baca mengatakan...

seperti org yang sedang mnunggu sms satu rasa .. hahaha

Ambar Puspitasari mengatakan...

hahahaa wajar layaknya perempuan memang menunggu :')

Ambar Puspitasari mengatakan...

terimakasih duuh blognya kalian lebih keren dan lebih bagus .. stay cool and keep writing hoho B-)

Posting Komentar