
Siapa sih orang yang tidak mengenal nama Einstein. Dia adalah seorang ilmuwan terkemuka, ahli fisika dan matematika terbesar sepanjang sejarah. Ilmuwan yang mempunyai nama lengkap Albert Einstein ini dilahirkan pada tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Wurtermberg, Jerman.
Hasil pemikiran Einstein yang jenius banyak melahirkan teori-teori yang mempengaruhi kemajuan ilmu dan pengetahuan (IPTEK) saat ini. Teori relativitas merupakan satu dari sekian banyak teori Einstein yang sangat terkenal dan begitu spektakuler. Jadi, wajar saja bila Einstein pernah memperoleh hadiah Nobel pada tahun 1926 dalam bidang fisika. Namun, hadiah Nobel ini bukan karena teori relativitas Einstein yang sangat terkenal itu, melainkan berkat teori efek photo listriknya.
Pada tahun 1952, Einstein juga pernah mendapat tawaran untuk memangku jabatan sebagai presiden Israel yang kedua, karena presiden Israel yang pertama meninggal dunia. Pada saat itu, usia Einstein sudah mencapai 73 tahun dan tawaran tersebut dengan halus ditolaknya. Ia lebih senang menjadi seorang ilmuwan daripada menjadi seorang politikus.
Namun, tahukah Anda bahwa Einstein, ilmuwan jenius yang pernah mendapat hadiah Nobel dalam bidang fisika ternyata tidak lulus SMP (Sekolah Menengah Pertama) ?. Mungkin Anda tidak percaya dan bertanya benarkah Einstein, Si Jenius tidak lulus pendidikan SMP? Apakah pelajaran SMP saat itu terlalu sulit atau Einstein memang tidak bisa mengikuti pelajaran tersebut sehingga ia tidak lulus SMP?. Padahal, Einstein sangat menyukai pelajaran fisika dan matematika yang sering ditakuti oleh sebagian besar siswa pada umumya. Mestinya Einstein akan dengan mudah lulus SMP dan bahkan mungkin lulus dengan predikat cumlaude atau sangat memuaskan. Tapi nyatanya Einstein gagal dalam ujian sekolah SMP alias tidak lulus SMP.
Pada masa kecil Einstein memang pernah mengalami pertumbuhan yang terlambat dibandingkan anak-anak sebayanya. Akan tetapi sejak dia mendapat hadiah kompas pada usia 5 tahun, Einstein kecil mulai menunjukan pertumbuhan yang normal. Ia pun mulai masuk pendidikan SD (Sekolah Dasar) di kota Munich, Jerman.
Sejak masuk SD, Einstein kecil suka menyendiri, belajar sesuatu yang ia senangi yaitu fisika dan matematika. Di kelas, Einstein kecil tidaklah menonjol, bahkan terkesan sebagai anak yang bodoh, pemalu, malas belajar, tidak menyukai mata pelajaran yang membutuhkan hafalan, seperti sejarah dan bahasa, serta terkenal sering melanggar aturan tata tertib sekolah. Namun, di balik sifatnya tersebut, ternyata Einstein kecil suka membaca, berpikir, dan belajar sendiri hal-hal yang disukainya terutama fisika dan matematika sampai ia lulus sekolah dasar.
Setelah lulus, Einstein pun melanjutkan pendidikan SMP di kota yang sama, Munich, Jerman. Kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan Einstein sewaktu SD tetap berlanjut sampai SMP. Dia masih suka membaca, menyendiri, menyukai pelajaran fisika dan matematika dan tidak menyukai pelajaran hafalan. Oleh karena itu, ia hanya mengikuti mata pelajaran fisika dan matematika saja. Keadaan ini terus berlanjut sampai ia harus mengikuti UAS (Ujian Akhir Sekolah) SMP. Padahal mata pelajaran yang diujikan tidak hanya fisika dan matematika saja, tapi mata pelajaran hafalan seperti bahasa, sejarah, biologi dan lainnya juga diikutkan dalam ujian tersebut. Alhasil, Einstein yang sering mengabaikan mata pelajaran hafalan ini tidak lulus ujian alias tidak lulus SMP. Karena untuk lulus SMP, semua mata pelajaran harus diikuti dengan nilai baik, sedangkan dia hanya berkonsentrasi pada fisika dan matematika saja. Akhirnya, Einstein hanya tamat SMP tanpa ijazah.
Einstein, ilmuwan jenius benar-benar tidak lulus SMP. Begitulah Einstein yang tutup usia pada tanggal 18 April 1955 ini ternyata tidak lulus SMP.