Hanya Bayang - bayang

Bulan, di atas lampu yang bertangkai
Terlihat bayang - bayang 
duduk berdampingan menikmati malam 

Bintang, berserakan di antara bulan
Terlihat bayang - bayang terbaring 
di atas hijaunya rerumputan
Menunjuk mereka yang bersinar. 

Awan kelabu, latar berserakannya bintang-bintang
Terlihat bayang - bayang 
menjajaki bumi melihat sekeliling.

Malam ini, bayang-bayang itu,
Masih selalu terlihat seperti aku dan dia. 
Hanya bayang-bayang. 


Jumat malam, 11.00
Makassar, 22 Agustus 2014

Ini untuk ulang tahun Indonesiaku ..

Bersama kabut,
Sang Merah Putih berkibar di atas hijaunya 
hamparan Tana Toraja yang indah. 

Bersama dinginnya pagi,
Dingin yang menembus hingga ke tulang
Penghormatan kepada sang saka merah putih tetap terlaksana. 

Bersama embun,
Bersama gerimis yang kata sebagian mereka itu adalah salju.
Salju putih bersih seperti Indonesia 
dengan paduan merah yang berani.
Bendera tetap digenggam, dibanggakan. 

Bersama kami, pejuang
Merasakan berjuangnya kami untuk mendaki ketinggian 2100 Mdpl
Sampai pada ufuk .. 
Kebanggaan dengan menancapkan sang saka.
Kebahagiaan merasakan jerih payah para pahlawan terdahulu.

Bersama kami, masih bersemangat
Sampai pada kemerdekaan
Kami, para pejuang tetap harus berjuang
Meninggalkan sang saka di puncak.
Terjal, dingin, licin, gelap kabut,
Mereka keindahan penghias penurunan menjauhi awan. 
Indah dan menantang .. 

Indonesia, kamu akan tau betapa kayanya negerimu ketika kamu berada di atas, mendekat awan
Melihat hamparan negerimu yang luar biasa Maha Indahnya.
Indonesia, selamat ulang tahun ke 69 tahun. 
Tetaplah indah. Jaya lah selalu. 

-perjalanan pertama, penjelajah alam Mu yang Maha luas nan Indah; 17 Agustus 2014 di Gunung Sesean Tana Toraja-